
Palangka
Raya – Capaian membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kalimantan
Tengah. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Prestasi Nasional
(Puspresnas) per 23 April 2026, SLBN 1 Palangka Raya atau yang
sekarang berganti nama menjadi Sekolah Khusus (SKH) Negeri 1 Palangka
Raya berhasil masuk dalam jajaran 10 besar Sekolah Luar Biasa (SLB)
terbaik di Indonesia, tepatnya di peringkat ke-7 dengan total 70
prestasi

Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa kualitas pendidikan inklusif di Kalimantan Tengah terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Di tengah dominasi sejumlah daerah besar, kehadiran SKHN 1 Palangka Raya dalam daftar ini menunjukkan bahwa potensi daerah tidak bisa dipandang sebelah mata.
Data
Puspresnas mencatat, peringkat pertama ditempati SLB Negeri 1 Bantul dengan 115
prestasi, disusul SLBN 1 Makassar dan SLB Negeri Semarang. Menariknya,
komposisi 10 besar tidak hanya didominasi Pulau Jawa, tetapi juga diisi oleh
sekolah-sekolah dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan
Tengah.
Kepala
sekolah dan tenaga pendidik di SLBN 1 Palangka Raya dinilai berhasil
membina peserta didik untuk aktif mengikuti berbagai ajang kompetisi, baik
akademik maupun non-akademik. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam
mendorong kesetaraan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh anak bangsa,
termasuk anak berkebutuhan khusus.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif antara sekolah, guru, orang tua, dan dukungan penuh pemerintah daerah.

“Ini
menjadi bukti bahwa anak-anak kita di Kalimantan Tengah memiliki potensi luar
biasa. Tugas kita adalah memastikan mereka mendapatkan fasilitas, pendampingan,
dan ruang untuk berkembang secara optimal,” ujarnya, Senin (27/4/2026).


Sementara
itu, Kepala SKH Negeri 1 Palangka Raya, Hj. Anitha, menyampaikan
apresiasi dan rasa syukur atas capaian sekolah yang berhasil masuk dalam
jajaran 7 besar SLB terbaik di Indonesia. Menurutnya, pencapaian ini tidak
lepas dari kerja sama seluruh pihak di lingkungan sekolah.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga dukungan orang tua. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan khusus yang inklusif dan berdaya saing,” ujar Ibu Hj. Anitha.

Masuknya SKHN
1 Palangka Raya dalam daftar ini juga memperkuat posisi Kalimantan Tengah
sebagai daerah yang serius dalam pengembangan pendidikan inklusif. Tidak hanya
fokus pada akses, tetapi juga kualitas dan prestasi siswa yang mampu bersaing
secara nasional.
Dengan
capaian ini, SKHN 1 Palangka Raya tidak hanya membawa nama baik daerah, tetapi
juga menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kalimantan Tengah untuk
terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif dan berdaya
saing tinggi.